TFC X

Subscribe:

Minggu, 13 Mei 2012

Karya Tulis Ilmiah

Karya Tulis Ilmiah adalah sebuah materi yang akan kita pelajari saat kita duduk di bangku kelas 2 SMA. Karya tulis ilmiah adalah karangan atau karya tulis yang menyajikan fakta dan ditulis dengan menggunakan metode penulisan yang baku. kali ini saya akan menjelaskan sedikit hal mengenai sistematika atau susunan dari sebuah karya tulis ilmiah.

Sistematika/ susunan isi sebuah karya tulis tak selalu sama, ada beberapa jenis yang dipakai dalam penulisan sebuah karya tulis ilmiah, terutama dalam sebuah kegiatan lomba maka penyusunan karya tulis ilmiah tersebut harus berpatokan pada ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan oleh panitia lomba. Untuk saat ini saya akan memberikan 2 contoh susunan isi sebuah karya tulis ilmiah standar.

A. Contoh pertama tersusun atas:
  1. Cover
  2. Kata Pengantar
  3. Daftar Isi
  4. Abstaksi
  5. Bab 1 Pendahuluan
    • Latar Belakang (berisi mengenai alasan mengambil sebuah hal untuk dijadikan tema dalam pembuatan karya tulis ilmiah, biasanya berdasarkan keadaan di masyarakat).
    • Perumusan Masalah(berisi pertanyaan-pertanyaan yang ingin dijawab dalam karya tulis ilmiah tersebut).
    • Tujuan Penulisan (Tujuan yang ingin dicapai saat perumusan masalah dapat dijawab).
    • Manfaat Penulisan (Aplikasi/efek samping terhadap masyarakat/lingkungan dengan dibuatnya karya tulis ilmiah tersebut).
  6. Bab 2 Landasan Teori (berisi pendapat-pendapat para ahli, atau hal-hal yang berhubungan dengan tema yang diambil dalam pembuatan karya tulis ilmiah tersebut).
  7. Bab 3 Pembahasan (berisi mengenai pembahasan akan perumusan masalah yang telah dibuat).
  8. Bab 4 Penutup
    • Kesimpulan (berisi kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan yang telah dibuat)
    • Saran (Hal-hal yang diajukan oleh penulis agar bisa diterapkan mengenai hal-hal yang telah dibuat).
  9. Daftarr Pustaka
  10. Lampiran
    • Gambar,tabel,grafik
    • Biodata Penulis
B. Contoh kedua tersusun atas:
  1. Cover
  2. Kata Pengantar
  3. Daftar Isi
  4. Abstraksi
  5. Bab 1 pendahuluan
    • Latar Belakang (berisi mengenai alasan mengambil sebuah hal untuk dijadikan tema dalam pembuatan karya tulis ilmiah, biasanya berdasarkan keadaan di masyarakat).
    • Perumusan Masalah(berisi pertanyaan-pertanyaan yang ingin dijawab dalam karya tulis ilmiah tersebut).
    • Tujuan Penulisan (Tujuan yang ingin dicapai saat perumusan masalah dapat dijawab).
    • Manfaat Penulisan (Aplikasi/efek samping terhadap masyarakat/lingkungan dengan dibuatnya karya tulis ilmiah tersebut).
    • Sistematik Penulisan( berisi mengenai isi-isi bab yang terdapat dalam penulisan karya tulis ilmiah).
  6. bab 2 Pembahasan
  7. Bab 3 Kesimpulan dan Saran
  8. daftar pustaka
  9. Lampiran
    • gambar, tabel, grafik
    • biodata penulis
C. contoh ke 3 tersusunan atas:
  1. Cover
  2. Kata Pengantar
  3. Daftar Isi
  4. Abstraksi
  5. Bab 1 Pendahuluan
    • Latar Belakang Masalah
    • tujuan Penulisan
    • Manfaat Penulisan
  6. Bab 2 Kajian Pustaka/ Tinjauan Pustaka/Landasan Teori
  7. Bab 3 Metode Penulisan
    • Teknik Pengumpulan Data
    • Teknik Pengolahan Data
    • Teknik Analisis Data
  8. bab 4 Pembahasan
  9. bab 5 Penutup
  10. Daftar Pustaka
  11. Lampiran
    • Tabel, grafik, gambar
    • biodata Penulis
D. Contoh ke empat
    1. Cover
    2. Kata Pengantar
    3. Daftar Isi
    4. Abstraksi
    5. Bab 1 Pendahuluan
      • Latar Belakang Masalah
      • tujuan Penulisan
      • Manfaat Penulisan
    6. Bab 2 Kajian Pustaka/ Tinjauan Pustaka/Landasan Teori
    7. Bab 3 Metode Penulisan
      • Teknik Pengumpulan Data
      • Teknik Pengolahan Data
      • Teknik Analisis Data
    8. bab 4 Analisis dan Sintesis
      • Analisis Masalah : berisi kesimpulan masalah yang sedang terjadi berdasarkan data dan kajian pustaka yang dikumpulkan.
      • Sintesis: jalan keluar yang diusulkan penulis aagar masalah tersebut bisa diselesaikan.
    9. bab 5 Penutup
    10. Daftar Pustaka
    11. Lampiran
      • Tabel, grafik, gambar
      • biodata Penulis
dalam Penulisan karya tulis ada beberapa hal yang pada umumnya ditentukan:
  • Margin 
    • kiri: 4cm
    • Kanan : 3cm
    • atas : 3cm
    • bawah : 3cm
  • Cover terdiri atas
    • Judul
    • tujuannya, diajukan untuk apa....
    • Logo sekolah
    • Nama penulis
    • Alamat sekolah
    • Bulan Pembuatan
  • Penulisan bab dan sub bab
    • Bab ditulis ditengah dengan huruf besar 
    • sub bab ditulis di sisi kiri dengan setiap huruf di awal kata ditulis besar kecuali kata penghubung
  • Penomoran halaman
    • untuk daftar isi, kata pengantar, abstraksi menggunakan angka romawi
    • sedangkan untuk isi menggunakan angka (1,2,3,dst)
  • Spasi antar baris 1,5
  • Penulisan Daftar Pustaka
    • Tahun penerbitan ditulis setelah nama penulis, diakhiri dengan tanda titik. Judul buku ditulis dengan huruf miring, huruf Kapital pada setiap awal kata, kecuali kata hubung. Kota tempat penerbit dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:), contoh 
      • Yamin,H.M.2007.  Profesionalisasi Guru dan Implementasi KTSP. Jakarta : Gaung   Persada Press.
    • Nama penulis ditulis paling depan dengan tahun dan judul artikel yang ditulis dengan cetak biasa, dan huruf kapital pada setiap awal kata. Namun jurnal ditulis dengan cetak miring, dan huruf awal dari setiap kata ditulis dengan huruf kapital kecuali kat hubung . Dibagian akhir berturut-turut dicantumkan tahun/jilid/voluem, nomor terbitan (dalam kurung), dan nomor halaman dari artikel tersebut, contoh :
      • Wiyono, M. 2009. Profesionalisme Dosen dalam Program Penjaminan Mutu. Jurnal Ilmu, 16 (1): 51-58.
    • Nama penulis ditulis  sperti rujukan dari bahan cetak (buku,majalah,dll), diikuti secara berturut turut – turut oleh tahun, judul karya tersebut (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut diantara tanda kurung, disertai dengan waktu pengaksesan, contoh :
  • Catatan Kaki
    • Nomor catatan kaki
    • Nama pengarang
    • tahun penerbitan
    • judul buku
    • tempat terbut
    • nama penerbit
    • halaman yang dikutip
  • ketentuan penulisan catatan kaki yang berulang
    • ibid : dipakai saat kutipan diambil dari sumber yang sama tanpa diselingi kutipan dari sumber yang berbeda
    • op cit : dipakai untuk kutipan yang diambil dari sumber yang sama tapi telah diselingi oleh kutipan dari sumber yang berbeda dan berbeda halaman
    •  Loc cit : dipakai untuk kutipan yang diambil dari sumber yang sama tapi telah diselingi oleh kutipan dari sumber yang berbeda namun masih satu halaman yang sama.
UNTUK PPT nya Dapat Didownload disini : http://www.mediafire.com/?ebs1mys3bt6a22f
Untuk Contoh KTI nya bisa didownload disini : http://www.mediafire.com/?ckkodi6cdjt1di6


Jumat, 27 April 2012

Think Fast Competition IX Result

Yup akhirnya kegiatan Think Fast Competition ke-9 Berakhir dengan sukses, sebelumnya Panitia mengucapkan terima kasih kepada semua yang ikut berpartisipasi dalam Think Fast Competition IX. Pasti kalian yang tadi datang penasaran atau ingin tahu apa aja sih kegiatan yang berlangsung selama Think Fast Competition IX pada hari sabtu 31 Maret 2012 kemarin. itulah alasan mengapa saya membuat postingan kali ini saya akan membeberkan sedikit mengenai kegiatan yang berlangsung selama kegiatan Think Fast Competition IX.


Nah pada tahun ini pembukaan Think Fast Competition dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Bapak DR.Rusdi M.Biomed dengan pemukulan gong sebagai simbolis kegiatan Think Fast Competition IX telah dimulai. 



Setelah dibuka oleh bapak Kepala Dinas, kegiatan selanjutnya yaitu Pertunjukan dari rakusi dan tari etnik kotemporer












 lalu dilanjutkan dengan babak penyisihan baik oleh lomba kreasi alat dan cepat tepat.




Lomba Cepat Tepat


LOMBA KREASI ALAT

LOMBA KREASI ALAT
LOMBA KREASI ALAT


Dilanjutkan dengan pameran alat buatan KIR SMANTAS serta juara lomba kreasi alat tahun lalu, para adik-adik SMP begitu tertarik melihat alat-alat yang dipamerkan oleh KIR SMANTAS selama kegiatan berlangsung. 


Berpikir terus menerus tanpa beristirahat tidaklah baik oleh sebab itu selama kegiatan berlangsung kami mengadakan fun games untuk mengistirahatkan kerja otak, fun games sangatlah seru karena melatih kekompakan tiap kelonpoknya.




Sampailah Sekarang kita di babak Final, perebutan juara satu berlangsung sengit, sebab perbedaan antara juara 1 dan juara 2 hanyalah 50 poin. kalau masalah hadiah biarkan saja Panitia dan Peserta yang tahu, ingat pengalaman bisa membuat kita menjadi lebih baik. 

FINAL CEPAT TEPAT
dan inilah juara-juara tahun ini :
  • Lomba Cepat Tepat
    • Juara 1 SMPN 1 Tambun Selatan
    • Juara 2 SMPN 3 Tambun Selatan
    • Juara 3 SMPN 1 Tambun Selatan
  • Lomba Kreasi Alat
    • Juara 1 SMPS Santa Maria Monica
    • Juara 2 SMPN 1 Tambun Selatan
    • Juara 3 SMPS Santa Maria Monica
Dan bagi para pemenang inilah hadiah yang telah menunggu:




Demikian kiranya laporan kegiatan TF IX. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih. semoga adek-adek yang membaca bisa mengikuti TFC selanjutnya :).

ANOTHER MOMENTS:


Pembagian hadiah doorprize




Workshop
 

                    Workshop

 workshop    ......................

Jumat, 03 Februari 2012

THINK FAST COMPETITION IX

Think Fast Competition(TFC) merupakan event tahunan KIR SMANTAS yang pesertanya merupakan siswa-siswi SMP Kota dan Kabupaten Bekasi. Pada TFC yang ke IX dengan tema Future Technology ini, kami mengadakan 2 buah perlombaan yaitu lomba Cepat tepat dan lomba kreasi alat.


A. Jenis perlombaan:

A. Lomba Cepat Tepat:
1. Satu Grup terdiri atas 3 orang.
2. biaya pendaftarannya sebesar Rp.100.000,00/Grup
3. Diharapkan terdapat guru pembimbing di setiap grup

Lomba terdiri atas 3 babak:
1. babak penyisihan
2. babak semifinal (9 grup)
3. Babak Final (3Grup)

B. Lomba Kreasi Alat :
1. Lomba ini bisa diikuti individu atau grup dengan maksimal satu grup terdiri atas 3 orang.
2. Biaya pendaftaran sebesar Rp.100.000,00/grup 
3. Alat yang di buat diusahakan sesuai tema yaitu "Future Technology" karena mempengaruhi Penilaian
4. Biaya pembuatan alat tidak dibatasi
5. Pemenang lomba kreasi alat, maka alatnya menjadi hak milik KIR SMANTAS dan akan di pamerkan pada TFC selanjutnya.
6. Buat dalam ms.word/power point tentang pembuatan , biaya anggaran, dan manfaatnya.

Lomba terdiri atas 2 babak:
1. Babak penyisihan
2. Babak Final (6 Grup)


B. Hadiah :


A.Lomba Cepat Tepat:
  • Juara 1 : 
    • Uang sebesar Rp.800.000,00
    • Sertifikat
    • Trophy
  • Juara 2:
    • Uang sebesar Rp.500.000,00
    • Sertifikat
    • Trophy
  • Juara 3
    • Uang sebesar Rp.300.000,00
    • sertifikat
    • Trophy
B. Lomba Kreasi Alat
  • Juara 1
    • uang Sebesar Rp.800.000,00
    • sertifikat
    • Trophy
  • Juara 2
    • Uang sebesar Rp.500.000,00
    • sertifikat
    • Trophy
  • Juara 3
    • Uang sebesar Rp.300.000,00
    • sertifikat
    • Trophy
  • Plakat The Most Participant 
    • Penghargaan untuk sekolah yang mengirimkan peserta terbanyak 
      • jika terdapat sekolah yang mengirimkan peserta dengan jumlah yang sama banyak dengan sekolah lain, maka penghargaan akan diberikan kepada sekolah yang mendaftar lebih awal. 
  • Plakat The Best Innovation
    • Penghargaan untuk tim/peserta yang menciptakan alat dengan perolehan nilai inovasi terbaik.

C. Syarat Pendaftaran
  1. foto kopi kartu pelajar
  2. foto 3X4 berwarna 2 buah
  3. mengisi formulir pendaftaran
  4. membayar uang pendaftaran sebesar Rp.100.000,00
D. LINK untuk menDownload formulir pendaftaran
E. Waktu Pendaftaran

  • Tanggal: 20 Februari 2012 s/d 24Maret 2012
  • Waktu:
    • Senin-Jum'at: 10.00 WIB-16.00 WIB
    • Sabtu           : 09.00 WIB-12.00 WIB
  • Tempat : SMAN 1 TAMBUN SELATAN.
  • Alamat  : Jl. Kebon Kelapa no.2, Kec. Tambun Selatan

  • Technical Meeting     : 24 Maret 2012 (pukul 09.00-selesai di SMAN 1 Tambun Selatan)
    • diharapkan para perwakilan peserta yang mengikuti technical meeting untuk membawa surat undangan sebagai panduan dalam technical meeting.
    Tanggal pelaksanaan : 31 Maret 2012
    cat: hari minggu dan hari besar nasional libur

    Contact Person :

    Fattah                   :  0857-1883-4675

    Rizki Pratama      : 0878-7926-02555

    Email     :

      BLOGKIRSMANTAS@GMAIL.COM





    Minggu, 18 Desember 2011

    Indigo keIstimewaan dari Tuhan

    Anak Indigo sebuah istilah yang di gambarkan untuk anak-anak yang memiliki kemampuan dan bakat khusus.  Istilah Indigo mengindentasikan mengenai warna aura dalam kehidupan, sebab anak indigo dipercaya anak yang akan membawa perubahan dalam kehidupan.Terkadang orang akan melabel anak dengan indikasi gangguan ADD (attention deficit disorder).

    Terkadang orang akan melabel anak dengan indikasi gangguan ADD(attention deficit disorder). Ini disebabkan karena anak indigo sering menunjukan perilaku memberontak terhadap sutau otoritas, tidak patuh terhadap aturan atau adat, kesulitan dalam mengelola emosinya, sensitive atau rapuh. Tidak jarang pula anak menunjukan sikap yang sangat dingin dan tidak punya perasaan.

    Jan Yords seorang terapis yang melakukan peneletian mengenai anak Indigo, mengkategorikan karakteristik anak indigo dalam kedalam beberapa kelompok:

    1.  Memiliki keinginan yang kuat, mandiri dengan melakukan apa yang ada di pikirannya daripada mematuhi kehendak orangtua.
    2. Bijaksana dan memiliki tingkat kesadaran dan kebersamaan yang melebihi pengalamannya.
    3. emosi, mereka dapat dengan mudahnya bereaksi sehingga tidak jarang mereka memiliki permasalahan dengan kecemasan, depresi atau stress
    4. Kreatif dalam berpikir dengan menggunakan otak kanan namun tetap harus berusaha belajar dengan menggunakan otak kiri terutama pada sistem di sekolah
    5. Anak indigo sering didiagnosis mengalami ADD atau ADHD saat mereka menunjukkan perilaku impulsive (otak mereka memproses informasi lebih cepat) dan mereka harus tetap bergerak agar selalu fokus
    6. Anak ini sangatlah peka dan dapat melihat, mendengar atau mengetahui sesuatu hal yang tidak dimiliki orang kebanyakan
    7. Anak-anak ini belajar secara visual dan kinestetik, mereka dapat mengingat apa yang terekam dalam otak dan menciptakan melalui tangan
    8. Apabila keinginan anak tidak terpenuhi, maka anak merasa kesulitan dan menjadi self centered. Meskipun hal ini bukanlah sifat sebenarnya
    9. Anak memiliki potensi dan bakat yang luar biasa, namun dapat hilang begitu saja jika tidak sesuai dengan bentuk pengasuhan

    Anak Indigo sulit mengendalikan emosinya. Ini disebabkan karena permasalahan kecemasan, kemungkinan perilaku obsesif kompulsif atau kepanikan yang berlebih (panic attack). Penyebab lain muncul karena mereka berusaha keras untuk belajar dan memahami cara yang masih tradisional atau kebiasaan rutin. Sehingga tidak jarang bagi mereka akan memiliki self esteem yang rendah dan mudah menyerah dalam mengerjakan yang diberikan (tugas sekolah misalnya). Terkadang beberapa anak indigo menunjukkan reaksi kemarahan, depresi, bahkan menyakiti diri sendiri yang berlebih yang tidak dapat dijelaskan secara logis bahkan menakutkan bagi orangtuanya.

    Anak indigo memiliki getaran energi yang tinggi dengan pola yang menetap, yang kemudian ditunjukkan dengan aura warna indigo pada tubuhnya. Kebanyakan dari mereka berpikir dengan menggunakan otak kanan. Saat stress anak kemudian mengembangkan pengaturan dalam otak, yang mengenyampingkan pemikiran logis dan proses berpikir rasional, sehingga muncul reaksi emosional yang berlebih.

    Sejarah
    Istilah "anak indigo" pertama kali dikemukakan oleh Nancy Anne Tapp, seorang cenayang pada sekitar tahun 1970-an. Nancy Anne mengaku memiliki kemampuan untuk melihat aura seseorang dan ketika itu ia melihat anak-anak dengan aura indigo yang belum pernah ada sebelumnya. Singkatnya anak-anak indigo memiliki karakteristik yang sama. Mereka mempunyai empati yang tinggi dan umumnya memiliki perilaku yang tidak lazim untuk anak seusianya.
    Para pengikut New Age menganggap bahwa keberadaan anak indigo merupakan sebagai jawaban untuk memperbaiki dunia. Namun sebaliknya, banyak juga orang yang beranggapan bahwa anak-anak dengan karakteristik seperti itu adalah penderita kelainan perilaku yang sering diindentifikasi sebagai hiperaktif.
    Hingga sekarang, belum ada yang mampu memberikan penjelasan logis dan dapat diterima secara bulat oleh para ilmuwan mengenai anak-anak indigo


    Penderitaan yang Ditanggung Anak Indigo

    1. Sakit kepala yang hebat
    Hampir semua indigo pernah mengalami sakit kepala yang hebat. Hal ini disebabkan proses berpikir yang keras tanpa dikehendaki, banyak hal yang ingin dilakukan tapi tidak bisa diatasi, dan pikiran yang terlalu luas memasuki hal-hal yang tidak bisa disentuh oleh pemikiran manusia pada umumnya. Kondisi ini memerlukan energi besar dan proses berpikir yang berat.

    2. Susah tidur
    Suara-suara yang mengganggu, penampakan-penampakan, melihat penderitaan alam, sukma yang berjalan kemana-mana, dan pemikiran-pemikiran idealis yang menuntut perwujudan membuat seorang anak indigo susah untuk tidur. Walaupun mata terpejam tetapi tetap mendengar dan berpikir.

    3. Lambung yang lemah
    Salah satu organ tubuh yang paling menderita disebabkan stress karena berpikir dengan berat adalah lambung. Lambung yang lemah akan bereaksi negatif berupa produksi asam lambung yang berlebihan pada saat anak Indigo stress. Makan obat sakit lambung secukupnya dan perbanyak ibadah serta lakukan meditasi untuk penenangan.

    4. Empati yang menyakitkan
    Tidak mudah untuk berempati terhadap penderitaan orang lain, atau alam yang sedang dizholimi oleh manusia-manusia jahat dan serakah, sedangkan sedikit yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan buruk itu. Rasa empati ini sering kali berakibat buruk kepada anak Indigo. Disebabkan kepekaan yang berlebihan pada anak Indigo, rasa empati yang mendalam bisa menjadikan dirinya ikut menderita. Rasa empati terhadap orang yang sakit bisa membuat anak Indigo menderita penyakit yang sama, seperti terjadi penularan walaupun bukan penyakit yang menular.

    Untuk mengurangi efek negatif rasa empati yang mendalam ini sebagian anak Indigo mengambil sikap tidak acuh yang berlebihan. Sehingga mereka tampak sebagai anak yang tidak peduli lingkungan sosial dan tidak mau bergaul

     
    5. Rasa marah yang mendesak
    Rasa marah melihat perilaku manusia yang buruk dan jahat adalah alasan utama seorang anak Indigo ingin menunaikan kewajibannya. Rasa marah ini kemudian berwujud menjadi semangat yang besar untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Bagi anak Indigo yang belum menemukan jati dirinya, biasanya rasa marah ini bisa berakibat buruk terhadap perilakunya kepada orang di sekitarnya. Perlawanan dan protes-protes akan selalu ditunjukkannya kepada orang di sekelilingnya.

    6. Kepribadian yang berubah-ubah
    Persinggungan anak Indigo dengan dimensi supranatural yang terlalu sering dan mendalam mengakibatkan pengaruh negatif berupa “jejak yang tertinggal”. Hal ini semacam sisa-sisa efek elektromagnetik pada sel-sel otak. Jejak-jejak dimensi lain ini kemudian akan berulang berupa “kunjungan-kunjungan” yang berlanjut.

    Karena suara dari dimensi lain itu datang berupa gelombang yang kemudian ditafsirkan sebagai suara di dalam batin, seringkali anak Indigo mengalami efek kebingungan berupa kepribadian ganda. Bahkan seringkali antar “pribadi” terjadi pertentangan pendapat dalam menghadapi suatu permasalahan.

    Untuk mengatasi hal ini anak Indigo harus mempertajam indera keenamnya untuk membedakan setiap “pribadi” yang datang. Mungkin diri anak indigo akan menjadi sebuah forum pertemuan berbagai “pribadi”, namun sebagai pribadi yang bebas seorang anak Indigo harus mampu mandiri dan mempunyai pandangan atau keyakinan sendiri yang kuat. Jadikan setiap informasi yang datang sebagai pengetahuan dan dimanfaatkan seperlunya sesuai dengan kebutuhan.

    7. Dilematis
    Ada sebagian anak Indigo – umumnya yang sudah menginjak remaja – yang mengalami kebingungan untuk memilih antara dua hal, apakah akan terus menjadi anak Indigo dengan segala atribut dan tanggung jawabnya atau berusaha memadamkan keindigoannya dan tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di sekitarnya. Kedua pilihan itu sama-sama tidak enak, terlebih-lebih kalau harus memadamkan keindigoan sedangkan tuntutan tanggung jawab terus mengejar-ngejar. Bisa-bisa hidup seorang Indigo akan dihantui perasaan bersalah sampai dewasanya.

    8. Cap “aneh”
    Cap “aneh” sebetulnya hal lumrah bagi seorang Indigo. Tetapi stempel “aneh” ini akan menjadi permasalahan serius bagi anak-anak yang belum bisa menerima penolakan lingkungan. Perlu pengertian orang tua dan orang di sekitarnya untuk tidak terlalu memposisikan anak Indigo sebagai “alien” di lingkungannya sendiri.

    9. Dijauhi teman-teman
    Beberapa anak Indigo dijauhi dalam pergaulan teman sebayanya karena dia lebih sering menjadi “orang tua” bagi teman-temannya, ketimbang sebagai teman bermain. Peringatan-peringatan, nasehat dan larangan-larangan membuat anak-anak lain jengkel dan menjauh.
    Walaupun kesendirian lebih disukai oleh anak Indigo daripada berkumpul dengan teman-temannya, sebaiknya dia tetap harus bersosialisasi dengan tetap bersekolah dan bermain bersama keluarga.  



    KEMAMPUAN ANAK INDIGO

    1. . Telepati
    Telepati adalah kemampuan membaca pikiran dan perasaan manusia atau makhluk lain. Kemampuan membaca pikiran dan perasaan menangkap gelombang dimiliki hampir semua orang Indigo, termasuk juga anak-anak Indigo yang masih bayi. Sedangkan kemampuan berkomunikasi jarak jauh mengirim gelombang hanya dimiliki oleh orang Indigo tertentu saja.

    2. Klervoyans
    Kemampuan untuk melihat kejadian yang sedang berlangsung di tempat lain. Sama seperti pikiran dan perasaan yang memancarkan gelombang, setiap peristiwa di alam juga memancarkan gelombang. Gelombang tersebut dipancarkan oleh setiap makhluk yang terlibat dalam peristiwa itu, bahkan benda mati sekalipun memancarkan gelombang dari gerak elektron pada atom dan getaran molekulnya. Kemampuan ini meliputi juga kemampuan melihat benda-benda yang tersembunyi atau berada di suatu tempat yang tertutup.

    3. Prekognision
    Hal ini berhubungan dengan kemampuan memprediksi dan membuat peristiwa yang akan terjadi. Memprediksi peristiwa artinya menggambarkan sebuah kejadian yang akan terjadi sedangkan membuat peristiwa maksudnya menetapkan kejadian yang akan terjadi di masa depan. Kemampuan untuk menetapkan suatu peristiwa di masa depan termasuk kemampuan sulit yang jarang dimiliki oleh orang Indigo secara umum.

    Prediksi diperoleh dengan 2 cara, yakni dengan melihat langsung kejadian yang sedang berlangsung di masa depan atau membaca dan menyimpulkan data-data yang ada di masa sekarang dan menyimpulkan sebuah kemungkinan terbesar yang akan terjadi di masa depan.

    4. Retrokognision
    Berhubungan dengan kemampuan melihat dan membuat peristiwa di masa lampau. Yang dimaksud dengan kemampuan membuat peristiwa adalah menetapkan suatu kejadian di masa lampau dan itu berpengaruh kepada masa sekarang. Hal ini juga berhubungan dengan spiral dimensi waktu. Kemampuan ini sangat jarang dimiliki oleh orang Indigo karena jarang dipergunakan.

    Yang umum dilakukan oleh orang Indigo adalah melihat kejadian di masa lalu untuk menjelaskan suatu keadaan yang ada di masa sekarang. Biasanya yang dicari adalah sebab-sebab suatu kejadian, siapakah orang-orang yang terlibat dan bagaimana proses terjadinya.

    5. Mediumship
    Orang Indigo mempunyai kemampuan untuk menggunakan ruhnya dan ruh orang atau makhluk lain sebagai medium. Orang Indigo mampu berkomunikasi dengan ruh untuk menggali informasi.

    Ruh adalah gumpalan energi hidup yang berstruktur (badan, kepala dan anggota badan ruh). Ruh menyimpan kenangan seperti halnya tubuh manusia dengan otaknya. Kenangan yang direkam oleh ruh berasal dari pengetahuan dasar yang bersifat idealis (berasal dari Sang Sumber) dan sudah ada sebelumnya serta pengalaman yang bersifat realistis hasil perjalanan selama hidup bersama tubuh.

    Melihat makhluk dan berkomunikasi dengan makhluk lain yang tidak terlihat tapi berada di dimensi kita termasuk dalam kemampuan ini.

    6. Psikometri
    Bermakna kemampuan menggali informasi dan berkomunikasi dengani objek apa pun. Hal ini dimungkinkan karena setiap benda terdiri dari susunan atom yang membentuk molekul. Molekul pada benda padat, gas atau cair bergetar dan getarannya menghasilkan gelombang. Molekul dan atom itu juga dapat menyimpan rekaman suatu peristiwa. Rekaman ini bisa digali dan dibaca.

    7. Sugesti hipnosis
    Orang Indigo yang tidak belajar hipnosis bisa menghipnosis dengan kemampuan telepatinya. Walaupun proses sugestinya berjalan lamban namun bersifat permanen dan bisa diwariskan. Contoh adalah hasil sugesti hipnosis yang dilakukan orang-orang Indigo seperti para Rasul, Nabi, wali dan orang suci lainnya. Pengaruh mereka masih terus berbekas hingga sekarang.

    8. Analitik
    Kecerdasan (IQ) orang Indigo rata-rata di atas 120. Kelebihan dari orang biasa adalah kemampuan analisa data secara cepat, luas dan kontinyu. Data-data yang tersebar dan acak akan dikumpulkan dan saling dihubungkan dengan cepat. Sebuah kesimpulan atau jawaban atas sebuah pertanyaan atau permasalahan bisa diperoleh oleh seorang Indigo hanya dalam waktu beberapa detik, terutama yang berhubungan dengan analisa kejadian alam. Kemungkinan ini berhubungan dengan kapasitas dan kemampuan proses di otak yang lebih besar dari orang umum.

    9. Telekinetik
    Telekinetik artinya menggerakkan benda dari jarak jauh. Pada umumnya berhubungan kuat dengan kemampuan telepati seperti sugesti hipnosis. Merubah perilaku orang lain dengan mengubah susunan genetik pada spiral DNA dan menggerakkan sel, kelenjar atau organ tubuh dalam sistem metabolisme tubuh. Kemampuan untuk menggerakkan benda dengan massa besar tidak umum dimiliki oleh orang-orang Indigo.

    10. Komunikasi dengan Tuhan
    Kemampuan ini berhubungan dengan cakra mahkota pada bagian atas kepala yang merupakan pintu komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Cakra ini pada orang Indigo berwarna ungu yang sangat kuat terutama pada saat terjadi koneksi dengan Sang Sumber. Hubungan dengan makhluk-makhluk suci seperti malaikat dan dimensi lain yang lebih tinggi, juga terjadi di cakra ini.